Sabtu, 29 Januari 2011

Hitam Dan Putih

Musim panas di jakarta, gak ada enak enaknya jakarta hari hari biasa aja dah panas banget apa lagi kalo musim panas kaya gini, deva selalu saja mengeluh, deva bekerja sebagai Op(Oprator) di sebuah warnet di kawasan jakarta barat, selain menjadi OP dia juga merangkap sebagai tehnisi di warnet tersebut, hari hari semua yang sama kadang melihat para pemain membawa cewenya untuk main game bersama kadang deva merasa iri tapi dia menganggap itu hal biasa kadang juga dia menghayal;
"wah enaknya kalo punya cewe yah, bisa d ajak maen game bareng tentu tidak akan kesepian"(gumam nya deva di dalam hatinya)
hari demi hari deva laluin, hingga suatu malam deva berkenalan dengan cewe di game online dance dengan menggunakan nick pibi87, deva awalnya ya masa bodo saja sama tu cewe mereka kenalan dan saling memasukan kedalam friend list ya, tiap malam jam 10 mereka online dan chating kadang waktu tidak terasa sampai jam 12 malam, setiap hari mereka selalu begitu, dan mulai tukeran no hp.
"hallo ini deva yah??"
"iya, qm siapa yah??"
"ini aq pibi"
"hahahaha kirain siapa haha, btw nama real qm siapa sih"
"nama aq lia tepatnya pricylia"
"nama yang bagus, aq manggilnya lia yah"
"iya, tapi dev, pulsa aq mau abis, besoq lagi yah, soalnya tadi lupa beli pulsa"
"ok lia sampai jumpa di game online dance yah"
"ok, met bobo yah"
"u too"
senangnya hati deva setelah di telpon seorang cewe yang sangat dia harapkan, deva langsung tidur cepat2 agar besoq bisa lekas ketemu lagi dengan lia, hari hari deva kini berubah menjadi cria gak malas masalan lagi kaya dulu karna sudah ada seoarang gadis menemani deva,
"malam lia"
"malam deva ^^"
"maaf ni gw gak bisa nahan lagi lia, btw lia ini chaines atau orang indonesia asli"
".... kalo chaines kenapa kalo indonesia kenapa??"
"enggak mau nanya aja, soalnya yang aq tau chaines itu hanya mau dengan chaines aja kalo pun ada itu juga susah dapet restunya dan jadiannya"
"^^.. gak juga koq"
"hahahaha, aq ya males aja kalo misalnya lia chaines"
"jangan gitu dong kan aq orang indonesia"
"sukur deh btw lia aq gak tau harus ngomong apa"
"...???"
"sebenarnya aq suka dengan lia, >.< aq gak tau harus gimana, lia mau gak jadi pacar aq"
"......>.<"
"gimana lia, apa susahnya si kalo mau tinggal mau kalo enggak tinggal blang enggak?"
"hmm.....gimana yah, iya aq mau >.<"
deva triak d warnet "Asik!!!!!!!!!!!!!!!!"
semua wajah d warnet itu mengarah ke deva, dan membuat deva malu, lalu setelah itu mereka melanjutkan aktivitas masing masing lagi.
Setiap hari deva chat dengan kekasihnya yang deva cintai dan deva sayangi, kadang sampai lupa waktu,deva dan lia merubah nama panggilan yaitu papa dan mama. mereka berdua bener2 di mabuk asmara, samapi akhirnya lia ngajak deva ketemuan, saat tanggal 23 lia ngajak deva ke margo city yg terletak d dekat depok.
"pah, tanggal 23 papa bisa keluar gak"
"memangnya kenapa mah?"
"kita jalan jalan yuw"
"duh papa gak ada duit mah tanggal segitu blum gajian, hahaha"
"^^ gak apa pah entar mama yang nanggung kan mama yang ajak papa jalan"
"serius mah??"
"iya mama serius, tapi pah, entar kita pura pura gak kenal jadi papa ceritanya jadi temen dd alvin yah,soalnya kalo ketauan kita pacaran gawat"
"iya mah"
ke esokan harinya deva janjian di sebuah rumah sakit, di daerah taman palem, dari tempat kerja deva jalan kaki menuju rs yang dapat di tempuh dalam waktu 15 menit, nah itu lah tanggal 23 pertama kali mereka berdua ketemuan, deva kaget teryata lia itu orang chines.
"mah.."
"papa ^^, ayo"
"tunggu mah, kataya mama orang indonesia"
"mama kan orang indonesia ^^"
"iya mah yuw"
mereka berdua pun naik mobil menuju margo city, di dalam mobil mereka berdua saling membisu, deva mencoba membuka pembicaraan tapi, lia kadang canggung dengan deva karna malu, tentu saja malu inikan pertama kalinya mereka ngomong sedekat ini. Setelah itu beberapa menit kemudian lia mulai gak canggung, lia membuka makan, dan tentunya karna valentin dlu gak ngasih hadiah lia memberikan coklat almon kesukaan deva, deva senang sekali, di tambah ada kekasih hatinya di dekat deva.

setibanya di margo city mereka berpisah dengan alvin adenya karna adenya alvin juga sendang menunggu kekasihnya, mereka punberpisah, lia dan deva jalan jalan mengelilingi margo city kesana kemari sambil gandengan tangan terus menerus dan gak di lepas, saking gak takut lepas pegangan tangannya itu lia dan deva saling memegang erat gandengan tangan mereka......
setiap hari lia dan deva selalu berhubungan menggunkan handpone pagi siang sore dan malam, karna jarak mereka jauh antara jakarta barat dan krawang barat dari ujung ke ujung, deva hanya bisa bertemu dengan lia 1 bulan sekali, wajar sekali ketemu mereka terlihat sangat mesra sekali, deva sudah merasa lia adalah satu satunya, wanaita yang sangat dia cintai, begitupun lia sangat mencintai deva, deva dan lia tidak pernah bertengkar, sedikitpun tidak pernah, hingga suatu hari orang tua lia mengetahui bahwa lia dan deva berpacaran, ibunya lia meninta lia agar membawa deva ke toko untuk bertemu dengan ibunya lia, deva merasa panas dingin karna ini pertama kalinya bertemu dengan orang tua lia, sebelum bertemu lia datang ke warnet dimana deva menunggu lia, di net itu banyak kejadian dan kenangan saksi bisu kisah cinta lia dan deva, kadang kalo net sepi deva menggenggam tangan lia dan mencium bibir manis nya dengan lembut, dan di net itulah pertama kali lia mendapatkan ciuman dan pelukan dari seorang cowo dan cowo itu adalah deva.
jam sudah menunjukan jam 6 sore, saatnya untuk bertemu dengan orang tuanya lia, sebelumnya lia sudah berpesan agar apa bila terjadi sesuatu deva jangan sampai tinggalin lia dalam ke adaan apapun, setelah tiba di depan toko, deva hanya diam saja orang tua lia juga diam mungkin karena kaget aq bkan putih tapi aq hitam, dan tidak lama kemudian lia menghampiri lia dan menguatkan deva agar jangan tinggalin lia selang beberapa menit orang tua lia datang dan menyuruh deva agar langsung pulang ke jakarta. Lalu deva berpaminatan dengan lia, tapi deva malam itu mengurungkan niatnya untuk balik ke jakarta karna deva ke habisan angkutan luar kota deva memuntuskan kembali ke warnet sampai menunggu pagi, dengan prasaan yang bercampur aduk deva mencoba sebuah game online, tiba tiba deva kaget ada seseorang yang menepuk pundaknya dan teryata itu lia, orang yang sangat dicintai deva, deva heran koq lia bisa keluar jam segini, lalu lia mengajak deva untuk ke rumah sakit, mereka berdua duduk di rumah sakit di lantai 3 berdua, mereka berdua merencanakan untuk pergi ke jakarta (kabur), malam itu sangat indah sekali bagi deva dan lia, mereka terlihat seperti pengantin baru, tapi mungkin orang banyak heran "koq bisa yah Hitam Dan Putih, bersatu" lia menyandarkan tubuhnya di dada deva dan deva memeluk lia, hangat dan yaman rasanya karna berada di samping orang yang sangat kita sayangi. lalu deva meletakan kepalanya di pangkuan lia dan tidur sejenak, dulu lia pernah berkata ingin melihat deva dalam ke adaan tidur, nah ke inginan itu pun terwujut lalu mereka berjanji tidak akan saling meninggalkan, tiba tiba sekitar jam 12:30 malam hp deva berbunyi dengan nomor yang gak jelas, setelah di angkat teryata orang tuanya lia dengan nada sedih agar anaknya lia di antar pulang kerumah, tadinya lia tidak mau pulang kerumah karna lia takut tidak akan bisa bertemu dengan deva lagi, tapi deva menasehatin lia agar pulang dan liapun di atar deva pulang, dan di dpan gerbang rumahnya mama dan cicinya sudah menunggu disitu lah mereka mulai di pisah kan, deva langsung di bawa menggunkan mobil honda jezz berwarna merah, lia ketakutan kalo deva di apa apain oleh keluarganya, tapi deva menyakinkan lia bahwa dia tidak akan apa. Ke esokan paginya jam 6 pagi deva siap siap untuk brangkat ke jakarta tapi ada sms dari ibunya lia yang berisi bahwa ibunya ingin bertemu dengan deva setelah tepat jam 8 pagi, setelah mereka bertemu dengan deva ibunya lia bertemu membahas tentang hubungan deva dan lia, orang tua lia memohon ke deva agar deva memutuskan lia dengan alasan lia adalah putih dan sedang deva hitam. adat dan budaya serta agama mereka sangat lah berbeda, tapi deva tidak percaya kalo itu ucapan dari lia hingga deva meminta agar ketemu dengan lia, setelah bertemu lia menangis di depan deva, deva tidak sanggup melihat lia menangis deva pun jadi ikut menangis di depan lia, deva menasehati lia agar baik2 saja disini dan deva akan menunggu lia sampai kapan pun, lalu orang tua lia datang dan liba bertanya ke pada orang tuanya;
"mah, benar ya apa bila sudah 3 th jangan halangi lia dengan deva lagi"
"iya mama berjanji tidak akan menghalangi kalian lagi"
lalu lia berpaling lagi dan menghampiri deva, dan mereka berbicara yang trakhir kalinya dan devapun berjanji tidak akan mengganti no hpnya tidak akan selingkuh dan akan trus menunggu, lalu dengan berat hati deva kembali ke jakarta dengan menahan tangis deva harus tetap tersenyum karna deva tidak mau melihat lia menangis lagi, di dalam perjalanan deva selalu menahan tangisnya, lalu lia tlp deva dengan sembunyi2 dengan mengatakan dia akan kembali untuk deva.
setiba di jakarta hari hari yang sangat berat di karna biasaya ada sms atau tlp yang suaranya sangat di nanti setiap harinya sekarang sudah tidak ada lagi, deva hanya bisa melihat fhoto yang ada di komputernya, kadang apa bila deva sendiri, deva menangis didalam kamarnya karna saking kangennya dengan kekasihnya dan gak bisa ngebendung rasa kangen, cinta dan sayangnya hingga air matapun keluar dan menetes berjatuhan, deva sekarang hanya menunggu dan menunggu hingga nanti saatnya tiba karna deva yakin dan percaya lia tidak akan meninggalkannya walau dalam keadaan seperti apapun nanti dan mereka akan bersama selama nya.

untuk nama cinta aq akan selalu menunggumu pricylia kurniawan love u banget dan akan trus menunggu mu by devanya de millo love u

Tamat

0 komentar:

Poskan Komentar